Sudah 12 tahun aku bina rumah tangga bersama suami dan kedua putra-putriku, aku tinggal di sebuah rumah di Jl Pangeran Puger 78 Grobogan, Jawa Tengah.Meskipun aku tidak tinggal di megapolitan namun kami tetap bahagia bersama keluarga kecilku. Aku adalah seorang wanita yang memiliki suami dan memiliki dua putra, putraku yang pertama adalah Virgiawan Perdana Sakti dan berikutnya adalah seorang putri yang lucu dan lincah, putriku ku beri nama Cornelya Bian Sakti.
Setiap hari aku menjalankan aktivitasku sebagai ibu rumah tangga, mulai dari mengrus dua anak-anakku, memasak, mencuci dan lain-lain.Sementara suamiku mencari nafkah dengan bekerja sekedarnya, kadang menjadi
sopir angkutan barang, kadang menjadi seorang profesional sebagai webdesign, memasang jaringan internet, dan memasang warnet.Aku bertemu suamiku saat aku mau ke Jakarta hendak kabur dengan kekasihku, namun dia ingkar janji sehingga aku bertemu suamiku sekarang ini.
Kala itu senja menepi hendak menuju malam, aku bersama kedua temanku merapat di stasiun Babat Lamongan Jawa Timur hendak menunggu Kereta Senja yang menuju Jakarta.Setelah beberapa jam aku menunggu kereta senja itupun datang dan aku menumpang kereta itu.
Dalam selimut malam kereta itu merayap menuju Jakarta, dan di Kota Semarang kereta yang aku tumpangi harus transit untuk menambah penumpang yang di Semarang untuk menuju kota-kota berikutnya.
Aku duduk di lantai kereta karena aku tidak kebgian tempat duduk, aku tidak merasakan capai atau apa krena aku punya setapak harap untuk segera tiba di Jakarta, meskipun kekasihku tidak menepati janjinya.
Ternyata Tuahan berkehendak lain atas ketidakhadiran kekasihku, Tuhan telah mengirim satu pangeran yang sangat tampan, pangeran itu adalah seorang mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta.Dia mendekatiku dan memecahkan keheningan dalam kereta, dia menyapaku dan terjadilah satu perbincangan yang mengasikkan.Tak terasa malampun makin larut, jantungku berdetak lebih kencang karena sang pangeranku menggemgam tanganku dari Semarang hingga Jakarta.
Setiba di Jakarta aku diantar sampai tempat tujuanku, dan setelah kutemukan tempat tujuanku dia pulang, dan aku berpisah dengan pangeran itu.
Cerita tidak berhenti di sini......tapi kisah itu berlanjut hingg pangeran itu menjadi suamiku yang sekarang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar